Aku Mencintaimu Sepenuh Hatiku...

Bismillah...

Aku mencintaimu sepenuh hatiku. Jujur aku tanyakan pada kalian, di situasi manakah biasanya kalian mendengar akan ayat yang seperti di atas diungkapkan? Pastinya...
Di dalam situasi percintaan...
Hasil daripada rasa kasih sayang dan cinta kepada kekasihnya, demi melestarikan rasa cintanya itu, sungguh ringan terkeluar terukir di bibirnya akan ayat yang berkenaan yang mana jika dilihat dari maksud ayat, membawa maksud yang sangat besar!
"Sayang, aku mencintaimu sepenuh hatiku..."
Kawanku, sungguh berat penyataanmu itu.


Izinkan aku untuk membangkitkan sebuah persoalan

Mengapa mudah untuk kau mengungkapkan satu kalimat yang nyatanya berat? Mengapa ringan ia ditutur?

"Kaulah segala-galanya bagiku"
"Tanpamu, hidupku tak sempurna"
"Untuk mu, sanggup ku redah lautan api"
"Akanku gapai bintang untukmu"

Kalimah yang asalnya berat, dituturkan, diletakkan bukan pada tempat yang sepatutnya! Mengapa mudah kau tuturkan kepada manusia?! Dimana cintamu kepada Sang Pencipta?!

Adakah ringan juga dibibirmu untuk mengungkapkan..
"Aku mencintai-Mu sepenuh hatiku Ya Allah!"

Ringankah dirimu untuk menyebutnya? Mampukah kau jajakan akan yang demikian di seluruh pelusuk dunia? Sebagaimana kau jajakan rasa cintamu kepada kekasihmu, kepada wanita itu, kepada lelaki itu?

Dalam hati ini, kau merasa berat.

Saat ingin menuturnya, kau akan terfikir. Benarkah aku mencintai Allah sepenuh hatiku? Sedangkan aku ahli maksiat! Aku hina! Nauzibillahi min zalik...

Masalahnya, mengapa mudah kau tuturkan sebegitu kepada si dia? Sedangkan kepada 'Pemilik Dirimu' tidakpun kau rasa sebegitu, bahkan separuh! Bahkan suku! Nauzubillahi min zalik. Ayuh, kembalilah kepada neraca pertimbangan akal yang sihat. Letakkanlah sesuatu itu sesuai di tempatnya.

Masyarakat di sekitarku hari ini disogok, dipromosikan dengan seluas-luasnya akan cinta yang rendah ini. Cinta yang belum sah di tempatnya. Ringan para pesandiwara menutur kalimah dusta. Walhal, pada Pencinta Yang Maha Sempurna, Yang Terlebih layak menerima cinta sang hamba, entah kemana rasanya. 


0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...